Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri ahmad dhani. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri ahmad dhani. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Oktober 2013

Ahmad Dhani


Ahmad Dhani Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan Ahmad Dhani adalah seorang musisi rock dan pengusaha berkebangsaan Indonesia. Lahir di Surabaya pada 26 Mei 1972. Ia merupakan pendiri dan pemimpin grup musik Dewa 19 yang merupakan salah satu band paling sukses sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an. Ia juga telah mencetak beragam karya yang berhasil mengorbitkan banyak penyanyi dan grup musik. Dhani juga merupakan pendiri dan pimpinan dari Republik Cinta Management. Dhani dikenal sebagai tokoh yang kontroversial dan sering memancing pro dan kontra. Ia juga dikenal sebagai musisi dengan eksperimentasi musik dan lirik puitis yang mengutip kata-kata mutiara dari pujangga terkenal. Majalah MTV Trax edisi perdana tahun 2002 menobatkan Dhani sebagai salah satu "25 Musisi/Grup Paling Berpengaruh dalam Musik Indonesia." Majalah Rolling Stone juga menempatkannya ke dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa."

Lahir di Surabaya, Ahmad Dhani adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pernikahan antara seorang ayah Sunda Eddy Abdul Manaf, seorang diplomat, dengan Joyce Theresia Pamela Kohler, seorang Indonesia keturunan Yahudi Ashkenazi. Kakeknya, Jan Pieter Friederich Kohler adalah keturunan Yahudi Ashkenazi lahir di Hindia Belanda pada tahun 1883. Kakak tiri Dhani, Dadang S. Manaf adalah musisi Indonesia dan merupakan pengaruh besar pada minat musik Dhani sejak masa kecilnya. Ayah Dhani membelikannya keyboard ketika ia masih muda dan membayar untuk les musik, sangat membujuk dia dan berharap bahwa Dhani akan unggul dalam hal musik klasik. Dia sangat terinfluence oleh band rock Inggris Queen.


Kehidupan Pribadi  
Kepiawaianya bermain musik dimulai sejak SMP. Dhani bersama tiga sahabatnya, Andra Junaidi, Erwin Prasetya, dan Wawan Juniarso membentuk grup band Down Beat di SMPN 6 Surabaya pada 1986 silam. Band ini merupakan cikal bakal grup Dewa 19.

Setelah sempat bergonta-ganti personel dan lulus sekolah menengah atas, Dewa 19  hijrah ke Jakarta, tepat  tahun 1992. Dewa meluncurkan album perdana bertitel Dewa 19. Single dalam album Dewa 19 (1992) sukses dan membuahkan beberapa hits seperti 'Kangen' dan 'Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi'. 
Album Dewa 19 tercatat sebagai album terlaris pada 1993 dan diganjar predikat  sebagai pendatang baru terbaik. Kesuksesan Dewa 19 berlanjut pada album-album berikutnya, yaitu Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), Pandawa Lima (1997), The Best Of Dewa 19 (1999), Bintang Lima (2000), Cintailah Cinta (2002), Atas Nama Cinta I & II (2004), Laskar Cinta (2004), Republik Cinta (2006), dan Kerajaan Cinta (2007).  Selama perjalanan itu, personil Dewa 19 berganti beberapa kali, namun grup ini tetap eksis dalam seni musik Indonesia.

Selain di Dewa 19, Dhani juga membentuk beberapa band lain. Pada 1997, Dhani membentuk Ahmad Band, yang mempopulerkan 'Kuldesak' dan 'Aku Cinta Kau Dan Dia'. Dhani membentuk band The Rock setelah bertemu dengan tiga anggota band Hospital The Musical, yaitu Clancy Alexander Tucker, Zachary Haidee-Keene, Michael Bennett di Studio 301, Sydney  Australia.  Agustus 2007, album pertama The Rock bertajuk Master Mister Ahmad Dhani I mencetak single 'Munajat Cinta'.
Selain berada di balik kesuksesan beberapa band, Dhani sukses memproduseri Reza Artamevia sebagai penyanyi pada 1997. Sejak saat itu, Dhani mulai memproduseri artis lain, dan melahirkan bakat-bakat baru dalam dunia musik.

Pada tahun 2010 Dhani betemu personel 5 anggota yaitu Cameria Happy Pramita (Gitar,Backing Vocal), Ices (Bass), Tharaz Bistara (Gitar), Ikmal Tobing (Drummer) dan Terakhir Wahyu Sudiro (Gitar) pada LAUNCHING ALBUM TRIAD The Rock Cafe Jakarta 19 Feb 2010 sudah merilis album dengan hits single nya "Makhluk Tuhan Paling Sexy" milik penyanyi Mulan Jameela hits single kedua berjudul "Mustapha" milik Grup Band Barat Queen dan terakhir 2010 hits ketiga berjudul "Selir Hati"

Pada tahun 2011 bersama Judika dan empat personel lainnya Ahmad Dhani membentuk MahaDewa.

Salah satu musik kegemaran Si Jenggot (panggilan akrab Dhani) adalah musik Jazz. Dia berkerja sama dengan Tim Oram, musisi Jazz di Sydney. Bersama Tim dia berkolaborasi dengan musisi-musisi jazz di Australia. Terdapat 4 lagu Jazz di album The Rock, dan April 2009, dia merilis album 100% Jazz dengan judul The Best Is Yet To Come.

Banyak talenta baru di dunia musik Indonesia lahir dari didikan dan tangan dingin Dhani. Setelah The Virgin, Dhani kembali mengorbitkan band baru The Moon dan band dengan personil tiga anak lelakinya, Lucky Laki serta beberapa band baru lainnya. Dalam sebuah album kompilasi bertajuk New Beginning 09 yang diluncurkan awal Juni 2009, terdapat sembilan band yang tergolong baru yaitu The Virgin, The Law, Lucky Laki, The Moon, Zewex and  The Cuncuzna, Airplay, Rafflesia, Kamusuka, dan Tiramizu.

SOSOK KONTROVERSIAL 
Sosok yang satu ini tidak pernah lepas dari kontroversi. Ia pernah mendapat gugatan dari penulis novel Arjuna Mencari Cinta, Yudhistira ANM Massadi. Yudhistira menggugat karena Dewa memakai judul novel karangannya sebagai judul salah satu lagu di album Cintailah Cinta. Seiring pergantian judul lagu menjadi Arjuna, gugatan mereda. Tak putus sampai disitu, Front Pembela Islam (FPI) memprotes logo baru Dewa yang berbentuk bintang enam dikatakan serupa dengan lafal Allah. Kecaman berdatangan ketika Dhani dianggap menghina dengan menginjak-nginjak simbol itu ketika manggung.

Pakar telematika Roy Suryo pernah melaporkan Dhani karena menggunakan simbol negara, bendera merah putih dalam video klip Dewa 19 bertepatan dengan hari Valentine Februari 2009. Hasilnya,  konflik ini mendongkrak kepopuleran video klip Dewa 19 di dunia maya.
Menjelang Pemilu 2009,  Ahmad Dhani mengikuti tren para artis yang mencoba peruntungan menjadi calon presiden lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).  Namun, Dhani lebih memilih meneruskan berkarier di musik dan mengurus ketiga putranya ketimbang berkiprah di dunia politik.

Dhani juga sempat berkonflik dengan Pemerintah DKI Jakarta pertengahan  Juni tahun 2009. Pemda menyegel rumahnya di bilangan Pondok Indah Jakarta Selatan dengan alasan menyalahi tata ruang kota.

PERNIKAHAN
Tak hanya karena keahlian dan sosok kontroversialnya yang menjadikan Dhani incaran pemberitaan media massa. Kehidupan rumah tangganya  menarik perhatian banyak orang. Menikah dengan Maia Estianty pada awal 1994, mereka dikaruniai tiga orang anak, yaitu Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani yang kesemuanya diambil dengan dasar kekaguman Dhani terhadap para tokoh filsuf tersebut.

Namun biduk rumah tangga Dhani-Maia mulai kisruh pada akhir 2006. Selama konflik rumahtangganya dengan Maia Estiaty terjadi, Dhani mengancam istrinya agar keluar dari Ratu dan memperbaiki rumahtangganya. Dhani menuduh Maia terlalu sibuk dan menelantarkan anak-anak mereka.
Perseteruan panjang di media dan pengadilan agama berakhir dengan perceraian keduanya pada 23 September 2008. Hak asuh ketiga anak mereka, Al, El, dan Dul jatuh ke tangan Maia. Meski hak asuh anak jatuh ke tangan Maia, namun ketiga putra hasil pernikahannya dengan Maia masih tinggal bersama Dhani. Dhani mengaku akan mengajukan banding untuk merebut hak asuh anak mereka. Kini, walau hak asuh anak mereka jatuh ke tangan Maia, namun, Al, El, dan Dul masih berada di tangan Dhani.

Dhani tak perlu menunggu lama untuk mendapat tambatan baru setelah menyandang status duda. Pasca bercerai, Dhani mengatakan telah menikah lagi. Tak tanggung-tanggung, Dhani mengaku menikahi empat orang istri sekaligus. Ia memang artis yang mendukung secara tegas dan berniat menerapkan poligami. Keputusan itu ia ambil setelah mendapat restu dari ketiga anak-anaknya.

Dalam berbagai kesempatan, Dhani sering sesumbar bahwa dirinya telah memiliki empat orang istri setelah berpisah dari Maia. Siapa sajakah wanita yang Dhani nikahi? Menurut kabar, Dhani menikahi seorang wanita bernama Yuni yang masih berstatus istri orang.  Kontroversi lainnya adalah Dhani mengaku telah menikah siri dengan Mulan Jameela.

Pada 8 September, 2013, putra Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani, atau lebih dikenal sebagai Dul (13 tahun) terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di mana Dul, mengendarai mobil secara ilegal atas dasar umur di jalan tol dekat Jakarta. Kecelakaan itu menyebabkan 7 korban tewas sementara Dul terluka parah. Menurut juru bicara polisi Indonesia, Dul adalah dibebankan oleh mengemudi seperti ringan, sementara Ahmad Dhani sendiri mungkin menghadapi tuduhan membahayakan anak dengan sadar dan secara ilegal memberi izin kepada anak di bawah umur untuk mengendarai mobil. Biaya dan sanksi untuk Dhani dapat sampai 6 tahun penjara dan 12 juta rupiah.

DISKOGRAFI
Dewa 19 
1992    Dewa 19
1994    Format Masa Depan
1995    Terbaik Terbaik
1997    Pandawa Lima
1999    The Best Of Dewa 19
2000    Bintang Lima
2002    Cintailah Cinta
2004    Atas Nama Cinta I  - Live Album
          Atas Nama Cinta II - Live Album
          Laskar Cinta
2006    Republik Cinta
2007    Kerajaan Cinta

Ahmad Band
1998    Ideologi, Sikap, Otak

The Rock
2007    Master Mister Ahmad Dhani I

Muhammad Dhani & The Swinger
2009    The Best Is Yet To Come

T.R.I.A.D
2010    T.R.I.A.D
2011    Istimewa
 2012    Neng Nong Edition 

Mahadewa
Past to Present (2013)


Album lain
2008    The Best Of Republik Cinta Artists Vol. 1
2009    The Best Of Republik Cinta Vol. 2
2009    D'Plong: Sensasi Rock'n'Dut
 
Single
2003    "Cinta Mati", duet dengan Agnes Monica pada album ...And the story goes...
2007    "Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada", duet dengan Chrisye pada album Chrisye Duet By Request

PENGHARGAAN
Juara Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur
Juara II Jarum Super Fiesta Musik
Juara I Festival Band SLTA se-Jatim 1990
Juara III Festival Band Antar Frekuensi
Best Bass Player Festival Band Antar Frekuensi
Pendatang Baru Terbaik BASF Awards 1993 (album 19)
Album Pop Kontemporer Terlaris BASF Awards 1993 (19)
Grup Rekaman Terbaik BASF Awards 1996 (Terbaik Terbaik)
Album Rock Terlaris BASF Awards 1996 (Terbaik Terbaik)
Penata Musik Terbaik BASF Awards 1996 (Terbaik Terbaik)
Penjualan 1,5 juta kopi album Bintang Lima
Penyanyi/ Pemusik Panggung Produktif Anugerah PWI Musik ke-1 (1992) 
Video Klip Terbaik Video Musik Indonesia 1995 (Cukup Siti Nurbaya)
Lagu Terbaik Alternatif Anugerah Musik Indonesia 1997 (Pandawa Lima)
Lagu Terbaik Umum Anugerah Musik Indonesia 1997 
Penyanyi Duo/ Grup Terbaik Alternatif Anugerah Musik Indonesia 1997 
Peraih Cover Album Terbaik Anugerah Musik Indonesia 1997
Video Klip Runner-Up Video Musik Indonesia 1998 (Distorsi-Ahmad Band)
Video Klip Runner-Up Video Musik Indonesia 1998 (Aku Di Sini Untukmu)
Album Terbaik Rhythm & Blues Anugrah Musik Indonesia 1998
Video Klip Favorit Video Musik Indonesia 1998 (Kamulah Satu-Satunya)
Video Klip Favorit Video Musik Indonesia 1998 (Kirana)
Produser Rekaman Penunjang Produksi AMI Sharp Award 2000
Penyanyi Grup Terbaik Alternatif AMI Sharp 2000 
Best Video of The Year Indonesia Video Musik Award 2000 (Kuldesak) 
Video Klip Terbaik Video Musik Indonesia 2000 (Kuldesak)
Trofi Khusus dan Panggung News Musik 2001
Penghargaan Biang Genbi Extra Joss 2001
Penata Musik Terbaik AMI Sharp Awards 2001
MTV Southeast Asia Viewer's Choice Award 2000 (lewat Kuldesak)
Penata Rekaman News Musik 2001
Video Klip Terbaik Video Musik Indonesia 2001 (Roman Picisan)
The Coolest Song Clear Top 10 Awards 2001   
Duo/ Grup Pop Terbaik AMI Sharp Award 2002
Lagu Terbaik AMI Sharp Award 2002 (Arjuna)
Cover Album Terbaik AMI Sharp Award 2002 (Cintailah Cinta)
Band Paling Ngetop SCTV Music Awards 2003
Penghargaan dari Panglima Komando Darurat Militer di Aceh (2003)

Jumat, 11 Oktober 2013

The Rock


The Rock adalah band beraliran rock yang terbentuk di Indonesia. Band ini merupakan proyek sampingan dari personel Dewa 19, Ahmad Dhani, dan berada di bawah manajemen Republik Cinta, seperti Dewi Dewi dan Andra and The BackBone. Anggota lainnya adalah mantan anggota band underground asal Australia, Fire Shark, yaitu Mark Williams, Zachary Haidee-Keene, Michael Bennett, Clancy Alexander Tucker. Album pertamanya adalah Master Mister Ahmad Dhani I yang dirilis pada tanggal 30 Agustus 2007. Album tersebut menghasilkan hits "Munajat Cinta".

Awal pembentukan The Rock yaitu ketika Ahmad Dhani sedang merekam albumnya di salah satu studio di Australia, dan bertemu dengan anggota Fire Shark. Ide berkolaborasi membentuk The Rock bermula dari perbincangan antara Dhani dengan gitaris Fire Shark, Clancy Alexander Tucker. Karena baik Dhani maupun Fire Shark sama-sama ingin bermain di luar negeri (go international), mereka membentuk The Rock. Namun, Dhani tidak meninggalkan Dewa 19 dan Fire Shark tidak bubar.

Album pertama The Rock, Master Mister Ahmad Dhani I, dirilis pada tanggal 30 Agustus 2007. Album ini berisikan 3 lagu baru yaitu "Munajat Cinta", "Kamu-kamulah Surgaku", dan "Aku Bukan Siapa-Siapa". Sedangkan lagu lainnya merupakan aransemen ulang (remix) lagu-lagu lama ciptaan Ahmad Dhani dari Dewa 19, Ahmad Band, dan lagu yang pernah dinyanyikan oleh Ari Lasso, "Rahasia Perempuan". Sebagian dari lagu yang ada di album ini beraliran rock tetapi ada juga aransemen ulang beraliran swing. Singel dari album ini adalah "Munajat Cinta" serta "Kamu-Kamulah Surgaku". Di antara keduanya, lagu "Munajat Cinta" menjadi hits.

Menurut Dhani, album ini masih menempatkan Dhani sebagai "pemimpin" The Rock, sementara yang lain hanya mengikuti. Menurut Dhani, mereka belum berkolaborasi karena belum memungkinkan. Fire Shark merupakan band underground yang beraliran hard core, sedangkan Dewa 19 beraliran poprock. Dhani menambahkan, musik Fire Shark lebih maju dibandingkan Dewa 19, sehingga sulit bagi Dhani untuk mengikuti mereka. Jadi, sementara ini, Fire Shark mengikuti genre musik Dhani dalam The Rock. Kolaborasi dalam arti membuat musik dan liriknya baru akan dibuat di album kedua The Rock.

The Rock pertama kali tampil di Cafe The Rock di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah itu, The Rock mengadakan konser di 10 kota, yaitu Tasikmalaya pada tanggal 19 Agustus, Bogor (22/8), Bandung (25/8), Jakarta (26/8), Solo (29/8), Semarang (31/8), Jogjakarta (1/9), Malang (5/9), Surabaya (7/9), dan di Denpasar (8/9). Konser-konser tersebut disponsori oleh Marlboro, salah satu produsen rokok.

Sabtu, 12 Oktober 2013

TRIAD


Ahmad Dhani, Musisi terkenal sekaligus produser musik yang juga pentolan grup DEWA 19 ini mendirikan grup band The Rock Indonesia  pada tahun 2007. Grup band yang beranggotakan Ahmad Dhani (Vocal), Ch Pramita(gitar), Prinzes Amanda (Bass), Taraz Bistara (gitar) dan Ikmal Tobing pada Drum.
ch Pramita

The Rock Indonesia pertama kali muncul di video clip Mulan Jameela sebagai additional player Mulan Jameela. Terbukti di Video Klip Mulan Jameela “ Makhluk Tuhan Paling Sexy, Jauh Cinta Lagi , Wonder Woman “  .

The Rock Indonesia Juga Sukses dalam album kompilasi D’Plong. Eksistensi The Rock Indonesia mengalami pasang surut, di karenakan Ahmad Dhani juga sibuk dalam proses album baru DEWA 19. Dan tahun 2009, The Rock Indonesia Eksis kembali di dunia musik membawakan lagu recycle Makhluk Tuhan Paling Sexy.
Prinzes Amanda

Pada Tahun 2010, The Rock Indonesia mengubah namanya menjadi T.R.I.A.D yang artinya The Rock Indonesia Ahmad Dhani. Perubahan nama ini di karenakan sang gitaris Mita yang mulai sibuk bersama group band “ THE VIRGIN “. Mita yang jarang ikut tampil karena sibuk untuk performance bersama The Virgin. Tak ambil Pusing Ahmad Dhani menunjuk Wahyu Sudiro (vocalis group band The Moon) untuk menjadi additional guitar player, menggantikan Mita apabila Mita tidak bias ikut tampil bersama T.R.I.A.D.

Dan tak lama, Wahyu di resmikan sebagai personil tetap T.R.I.A..D . Jadilah Sekarang Ahmad Dhani (Vocal), Ch Pramita (gitar), Prinzes Amanda (Bass), Taraz Bistara (gitar), Wahyu Sudiro (gitar) dan Ikmal Tobing pada Drum .
Ikmal Tobing
Album :
Album Kompilasi :

Jumat, 11 Oktober 2013

Download Album 'Ideologi, Sikap. Otak' Ahmad Band


Ideologi , Sikap, Otak. Begitu album atas nama Ahmad Band yang berisi 11 lagu. Difoto dengan pakaian mirip Bung Karno sebagai gambar sampul, di tengah suhu poleksos yang tengah menghangat, Dhani Ahmad Prasetyo seakan memang sengaja memancing alis mengernyit seraya (mungkin) bertanya, "Gendheng arek iki. Opo sih karepe?" 

Reaksi itu wajar. Dhani terlanjur lekat dengan citra sebagai pemimpin para "pandawa lima" dari Surabaya yang hobi membius kaum hawa dengan dendang cinta “Kirana” atau “Kamulah Satu-Satunya”. Ditambah perannya sebagai produser dan penata musik album “Keajaiban” yang sukses mengangkat Reza ke permukaan, rasanya cuma satu dua penggemar Dewa 19 yang tak bakal terkaget-kaget mendengar materi album ini.
Kenceng! Barangkali itu komentar paling pas. Elemen musiknya campur aduk. Berkesan riuh, juga pada lagu dengan beat pelan. Ada musik dolanan ala Swami, new wave, jazzy, hardcore, bahkan techno-rock ala Prodigy! Sedang tema-tema lagunya, banyak menyentuh wilayah yang kata orang terbilang "sensitif".

"Yang muda mabuk, yang tua korup
Yang muda mabuk, yang tua korup
Mabuk terus, korup terus
Jayalah negeri ini
Jayalah negeri ini
Merdeka!"

Lirik Dhani dalam “Distorsi”, lagu jagoan yang klipnya dibuat Rizal Mantovani. Itu belum seberapa. Entah apa komentar penggemar lagu “Kangen”, jika mendengar lagu “Interupsi”. Bak sedang berpidato, Dhani  memuntahkan istilah-istilah yang tak nyaman didengar telinga kaum yang terbiasa "santun", seperti: kolusi, borok, nepotisme, kapitalisme semu, bahkan bangsat.

"Aku ingin membuat album yang bisa mencerminkan karakterku yang sebenarnya. Aku ingin menunjukkan, ini lho aku. Maaf, jangan bandingkan dengan Dewa 19. Ini obsesiku sejak lama," kata Dhani. 

Dhani bukan datang dari generasi mahasiswa era '70-an yang bersemboyan "pesta, buku dan cinta". Zaman telah berubah, meski setting sejarah tak banyak berbeda. Mengadakan pesta disko di rumah kalah ngetren dengan nongkrong di kafe. Pendidikan politik bertebaran di media kultur pop, baik dari media cetak "serius" maupun film Hollywood seperti The House of Spirits yang entah sudah berapa kali ditayangkan TV swasta. Sedang "cinta", bisa "dibeli" di mana-mana. Tentang ini, silakan simak imaji liar Dhani tentang wanita lewat lagu “Gairah Tak Biasa”. Tapi, lagi-lagi, tak perlu buru-buru menuduhnya misogynist kalau dalam lagu “Dunia Lelaki” Dhani dengan sok tahu seakan sedang menceramahi sang juwita tentang revolusi. Bagaimanapun, Dhani lebih dekat dengan majalah remaja daripada buku sastra. Jadi, harap maklum kalau Dhani punya kendala keterbatasan bahasa. Nobody's perfect. Lagipula, untuk album ini, pria yang mengaku perfeksionis ini terasa sekali sudah memberikan segalanya.

Di samping menyanyi dan memainkan keyboard, Dhani juga mengocok gitar rhythm. Sedang Andra Junaidi, gitaris Dewa 19, memberi aksen kuat pada beberapa lagu dengan gaya bermainnya yang semakin eksploratif. Agar proyek Ahmad Band benar-benar terdengar beda dengan Dewa 19, Dhani memilih Bimo Netral sebagai drummer.
"Dengerin deh pukulannya. Nggak ada yang main kayak dia. Bimo memang nggak main teknik, tapi unik. Dan, selain juga perfect ngatur sound, pukulan dia kuenceng! Itu yang aku suka",  jelas Dhani sambil tertawa.

Tampaknya Dhani memang sedang ingin membuat para Baladewa dan Baladewi terkaget-kaget. Betapa tidak. Pertama, secara resmi dia mengumumkan masa vakum show Dewa 19 untuk masa yang belum ditentukan.

"Cukup ditulis, problem internal tidak memungkinkan kami manggung," ungkapnya. 

Dan kedua, untuk keperluan manggung Ahmad Band, secara resmi dia merekrut Pay dan Bongky, mantan gitaris dan pemain bass Slank!

"Kalau Ahmad Band rekaman lagi, ya mereka ikutan," katanya.
Materi album ini ialah :
1.     Distorsi – DOWNLOAD!!
2.     Dimensi– DOWNLOAD!!
3.     Bidadari di Kesunyian– DOWNLOAD!!
4.     Sudah– DOWNLOAD!!
5.     Dunia Lelaki– DOWNLOAD!!
6.     Rahasia– DOWNLOAD!!
7.     Impotent– DOWNLOAD!!
8.     Aku Cinta Kau dan Dia– DOWNLOAD!!
9.     Interupsi– DOWNLOAD!!
10.  Gairah Tak Biasa– DOWNLOAD!!
11.  Ode Buat Ekstrimist– DOWNLOAD!!

Tahun 1998, adalah tahun reformasi, dimana Indonesia bergejolak. Tahun dimana  ketika Indonesia mengalami pergolakan politik dengan berpuncak pada lengsernya Soeharto, apa yang kemudian disebut Gerakan Reformasi 1998. Dan ingatan pun terbawa ke memori lagu-lagu Ahmad Band, kenapa Ahmad Band? Karena saya Baladewa, dan karena lagu Ahmad Band saat itu menggambarkan situasi dengan sangat jelas dan gamblang.

Terutama lagu Distorsi, "yang muda mabuk, yang tua korup, jayalah negeri ini, jayalah negeri ini", yang menggambarkan korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan para pejabat dan mabuk-mabukkan yang mewarnai generasi muda.

Lagu  Impotensi, menggambarkan situasi di masa pemerintahan Orde Baru,"apa arti damai jika otakku terkubur, apa arti damai jika semua membisu, kau jilati situasi, kau pun menari di atas kepatuhan, di atas kesunyian jiwa yang telah mati, tercipta generasi tanpa peduli".
 
Lagu Interupsi, menggambarkan  kegusaran atas orang-orang yang mendompleng atas nama pembangunan, yang malah justru menjajah negeri sendiri, "bangsat-bangsat bertopeng anak bangsa rajai hukum rimba, asah otak tajamkan pandang masih banyak yang tertinggal, masih terjajah, belum merdeka, terjajah bangsat seiring".
 
Lagu Ode buat Ekstrimist, yang menggambarkan situasi kampanye yang diwarnai pawai dan show off kekuatan masing-masing partai dengan mengerahkan pendukungnya yang mayorita tak mengerti apa-apa, "arak-arakan pawai idiot dengan baju warna warna, pasti tak mengerti yang dilakukan yang sedang diteriakan". 
 
Sumber ; http://sangpandawalima.blogspot.com. 

Jumat, 25 Oktober 2013

Mulan Jameela

Mulan Jameela lahir di Garut, Jawa Barat, 23 Agustus 1979 dengan nama lahir Raden Terry Tantri Wulansari. Ia adalah seorang penyanyi dan aktris berkebangsaan Indonesia. Awal popularitasnya dimulai pada tahun 2005 saat menjadi vokalis utama duo Ratu, yang merupakan grup musik wanita tersukses di Indonesia dalam dekade 2000-an. Saat bersama Ratu, Ia memakai nama panggilan Mulan Kwok. Ia sebelumnya sempat merekam album solo, namun tidak berhasil di pasaran. Setelah mundur dari formasi Ratu pada tahun 2007, Mulan merilis album bertajuk Mulan Jameela pada tahun 2008, yang memantapkan posisinya sebagai salah satu penyanyi solo perempuan paling populer di Indonesia. Mulan dikenal karena suara seraknya yang khas serta penampilannya di atas panggung.
Ratu 

Mulan mengawali karier dari penyanyi café dan pernah tergabung dalam beberapa band seperti Swara Coustic, Bandung All Star dan Dimensi Band. Pada awal tahun 2005, Mulan bergabung bersama Maia Ahmad dalam duo terkenalnya Ratu dan merilis album bertajuk Ratu & Friends. Single pertama berjudul "Teman Tapi Mesra" sukses besar dan seketika melambungkan nama Mulan Kwok menjadi salah satu vokalis papan atas. Sejumlah penghargaan pun berhasil diraih. Album ini terjual lebih dari 400.000 kopi dan mengukuhkan Ratu menjadi grup wanita paling sukses saat itu. Tahun 2006, dirilislah album berjudul No. Satu yang kembali melahirkan hits berjudul "Lelaki Buaya Darat" dan "Dear Diary". Album ini pun sukses terjual hingga 500.000 kopi di minggu pertama perilisannya. Namun kemudian, pada 31 Januari 2007 Mulan mengumumkan hengkangnya dari Ratu akibat masalah transparansi keuangan di tubuh manajemen Ratu.


Pada 28 Mei 2007, Mulan resmi bergabung dengan Republik Cinta Management. Album solo perdana Mulan diluncurkan pada Januari 2008, bertajuk Mulan Jameela. Seperti judul album, Mulan pun tidak lagi memakai nama panggung "Mulan Kwok". Album yang didominasi musik pop rock ini digarap oleh musisi Ahmad Dhani. Album perdana Mulan ini menelurkan sebanyak 4 buah hits, yaitu "Makhluk Tuhan Paling Sexy", "Wonder Woman", "Bukannya Aku Takut" dan "Jatuh Cinta Lagi". Hanya dalam kurun kurang dari 2 bulan, album ini telah meninggalkan angka penjualan 75.000 kopi dan disemati platinum oleh EMI. Di tempat lain, Mulan juga dilirik oleh perusahaan raksasa telekomunikasi Malaysia, Maxis. Dalam beberapa bulan saja, Mulan telah mampu menerobos sejumlah nominasi penghargaan, bahkan ia menjadi satu-satunya solois Indonesia yang dinominasikan pada MTV Asia Awards 2008 di Genting, Malaysia.
Kiprah Mulan di bidang seni peran dimulai saat membintangi FTV "Primadona Mencari Surga" pada tahun 2006, bersama Darius Sinathrya, Indra Birowo dan Aming. Di tahun 2007, Mulan membintangi sebuah sinetron berjudul "Pasangan Heboh" bersama Baim Wong. Beberapa judul FTV pun menyusul Mulan pada tahun yang sama. Sementara pada layar lebar, Mulan membintangi sebuah film berjudul "Maaf Saya Menghamili Istri Anda" bersama Ringgo Agus Rahman. Untuk film perdananya, Mulan telah dinominasikan pada MTV Indonesia Movie Awards 2007 dalam kategori Breaktrough Actor/Actress.

Saat masih pendatang baru dalam dunia musik, Mulan sudah mempunyai ketenaran yang bagus, lagu-lagu yang dibawakannya selalu menjadi hits di industri musik Indonesia, gaya busana yang ia pakai termasuk gaya busana yang sangat sulit diterjemahkan oleh masyarakat.
 
Dalam kehidupan pribadi Mulan, dikabarkan jadi salah satu pemicu bercerainya pasangan Ahmad Dhani dan Maia Estianty, dikabarkan pernah membangun asmara semenjak Mulan masih bergabung dalam Duo Ratu, keberadaan Mulan dikabarkan menjadi duri dalam daging dalam rumah tangga Dhani-Maia yang berujung perceraian. Akhir-akhir ini bahkan disebutkan bahwa Mulan saat ini menjadi istri sirri Ahmad Dhani.
Mulan juga pernah dikabarkan hamil dan melahirkan seorang putri yang digadang-gadang sebagai buah hati dengan Ahmad Dhani. Namun pihak Ahmad Dhani mengabarkan bahwa Mulan tengah rehat karena sedang mempersiapkan diri untuk dua album sekaligus. 

DISKOGRAFI 
Album Solo
Bersama Ratu
Album Kompilasi
 Film
  • Sang Primadona Mencari Surga (2006)
  • Maaf Saya Menghamili Istri Anda (2007)
  • Pasangan Heboh (2007)
  • Bodyguard Sang Penyanyi (2007)
  • Penyanyi Yang Difitnah (2007)
  • Habis Manis Suami Dibuang (2007)
  • Serumah Tapi Musuh (2007)
Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://sosok.kompasiana.com

Rabu, 09 Oktober 2013

Dewa 19


Dewa 19 adalah sebuah grup musik yang dibentuk pada tahun 1986 di Surabaya, Indonesia. Grup ini telah beberapa kali mengalami pergantian personel dan formasi terakhirnya sebelum dibubarkan pada tahun 2011 adalah Ahmad Dhani (kibor), Andra Junaidi (gitar), Once Mekel (vokal), Yuke Sampurna (bass) dan Agung Yudha (drum). Setelah merajai panggung-panggung festival di akhir era 1980-an, Dewa 19 kemudian hijrah ke Jakarta dan merilis album pertamanya pada tahun 1992 di bawah label Team Records.

Grup ini telah meraih kesuksesan sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an melalui serangkaian lagu-lagu bergenre rock dan pop. Album yang mereka rilis nyaris selalu mendapat sambutan bagus di pasaran, bahkan album mereka yang dirilis tahun 2000, Bintang Lima, merupakan salah satu album terlaris di Indonesia dengan penjualan hampir 2 juta keping. Pada tahun 2005, majalah Hai menobatkan Dewa 19 sebagai band terkaya di Indonesia dengan pendapatan mencapai lebih dari 14 miliar setahun. Di tengah kesuksesan yang diraihnya, grup ini sempat beberapa kali tersandung masalah hukum, termasuk masalah pelanggaran hak cipta dan perseteruan dengan ormas Islam.

Sepanjang perjalanan kariernya, Dewa 19 telah menerima banyak penghargaan, baik BASF Awards maupun AMI Awards. Mereka juga pernah meraih penghargaan LibForAll Award di Amerika Serikat atas kontribusi mereka pada upaya perdamaian dan toleransi beragama. Pada tahun 2008, Dewa 19 masuk ke dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa" oleh majalah Rolling Stone. Dewa diakui sebagai salah satu legenda atau ikon terbesar dalam sejarah musik populer Indonesia.

PERJALANAN KARIER
Awal Pembentukan (1986-1991)
Dewa pertama kali dibentuk pada tahun 1986 oleh empat orang siswa SMP Negeri 6 Surabaya. Nama Dewa merupakan akronim dari nama mereka berempat: Dhani Ahmad (keyboard, vokal), Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Junaidi (gitar). Mereka memiliki markas tempat berlatih di rumah Wawan di Jalan Darmawangsa Dalam Selatan No. 7, yang terletak di komplek Universitas Airlangga.

Dewa yang awalnya muncul dengan musik yang lebih pop, kemudian berubah haluan menjadi jazz setelah Erwin memperkenalkan musik jazz ke grup ini. Wawan yang merupakan penggemar berat musik rock kemudian memutuskan keluar pada tahun 1988 dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso. Posisi Wawan kemudian digantikan oleh Salman dan nama Dewa pun diubah menjadi Down Beat, yang diambil dari nama majalah jazz terbitan Amerika Serikat. Di kawasan Jawa Timur dan sekitarnya, nama Down Beat waktu itu cukup terkenal, terutama setelah berhasil merajai panggung festival. Sebut saja Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA '90 atau juara II Jarum Super Fiesta Musik.

Ketika nama Slank berkibar Wawan kembali dipanggil untuk menghidupkan Dewa, dengan mengajak pula Ari Lasso. Nama Down Beat pun berubah menjadi Dewa 19, karena waktu itu rata-rata usia personelnya 19 tahun. Kali ini, Dewa 19 hadir dengan mencampuradukkan beragam musik jadi satu: pop, rock, bahkan jazz, sehingga melahirkan alternatif baru bagi khasanah musik Indonesia saat itu.

Salah seorang teman sekelas Wawan, Harun ternyata tertarik pada konsep tersebut dan menawarkan investasi sebesar Rp 10 juta untuk memodali teman-temannya membuat master rekaman. Karena di Surabaya tidak ada studio yang memenuhi syarat, mereka terpaksa pergi hijrah ke Jakarta meskipun dengan modal yang pas-pasan.

Album Perdana dan Kesuksesan Awal (1992-1994)
Dewa 19 menyelesaikan pembuatan master album perdana mereka di Jakarta. Setelah itu, Andra, Ari, Erwin, dan Wawan kembali ke Surabaya sementara Dhani tetap di Jakarta untuk mencari label rekaman yang bersedia mengorbitkan mereka. Dhani kemudian berkeliaran di penjuru kota Jakarta, dari satu perusahaan rekaman ke perusahaan rekaman lain menggunakan bus kota. Awalnya banyak perusahaan rekaman yang menolak mereka karena menganggap lagu mereka kurang menjual. Master rekaman Dewa 19 akhirnya dilirik oleh Jan Djuhana dari Team Records, yang pernah sukses melejitkan KLa Project.

Pada tahun 1992, Dewa meluncurkan album pertamanya yang bertajuk Dewa 19. Di luar dugaan album perdana mereka meledak dan laris di pasaran, sehingga Team Records yang notabene merupakan label kecil terpaksa meminta Aquarius Musikindo untuk mengabil alih produksi album ini. Album ini melahirkan singel berjudul "Kangen" dan "Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi" yang sukses mendapat tempat di hati pecinta musik Indonesia. Nama Dewa 19 pun seketika melejit di blantika musik Indonesia. Melalui album ini Dewa 19 berhasil menyabet 2 penghargaan di BASF Awards 1993, masing-masing untuk kategori "Pendatang Baru Terbaik" dan "Album Terlaris 1993". 

Pada tahun 1994, Dewa 19 merilis album kedua mereka yang berjudul Format Masa Depan. Di tengah penggarapan album ini, Wawan hengkang dari Dewa 19 dan kemudian digantikan sementara oleh pemain pembantu Rere Reza drummer di Grass Rock (sekarang drummer pembantu di ADA Band). Terhitung sejak 24 September 1994 Aquarius Musikindo resmi menjadi label Dewa 19 menggantikan Team Records. Album ini menelurkan singel berjudul "Aku Milikmu" dan "Tak Akan Ada Cinta Yang Lain".

Terbaik-terbaik dan Pandawa Lima (1995-1997)
Pada tahun 1995, Dewa merilis album bertajuk Terbaik Terbaik. Wong Aksan kemudian bergabung dan menempati posisi drummer. Album ini memiliki konsep musik pop rock yang dikembangkan dengan menambah unsur-unsur jazz, folk, funk dan ballad. Banyak pengamat musik meyakini bahwa inilah album terbaik yang pernah dibuat Dewa 19 yang mengukuhkan mereka sebagai salah satu grup band besar terkreatif di Indonesia. Majalah Rolling Stone edisi Desember 2007, menempatkan album ini di posisi 26 dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa". Sementara itu, singel pertamanya yang berjudul "Cukup Siti Nurbaya" berada di peringkat 20 dalam daftar "150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa" oleh majalah Rolling Stone edisi Desember 2009.

Selain "Cukup Siti Nurbaya", album Terbaik Terbaik juga melejitkan singel hit lain seperti "Satu Hati (Kita Semestinya)" dan lagu balada "Cinta 'Kan Membawamu Kembali". Lewat album ini Dewa kembali meraih penghargaan BASF Awards untuk "Grup Musik Rock Terbaik", "Grup/Duo Rekaman Terbaik" serta "Tata Musik Rekaman Terbaik". Video klip "Cukup Siti Nurbaya" juga mendapat penghargaan sebagai "Video Klip Terbaik" di ajang Video Musik Indonesia. Album Terbaik Terbaik telah sukses terjual sebanyak 500.000 keping di Indonesia. Sejak album ini pula Dewa 19 mulai menggunakan istilah Baladewa untuk menyebut para penggemar fanatiknya.

Album keempat Dewa 19 yang berjudul Pandawa Lima dirilis pada tahun 1997. Melalui album ini, Dewa 19 sukses meraih 6 penghargaan di Anugerah Musik Indonesia 1997, yaitu untuk "Lagu Alternatif Terbaik", "Lagu Terbaik Umum", "Duo/Grup Alternatif Terbaik", "Album Rhythm & Blues Terbaik" serta "Sampul Album Terbaik". Album ini melahirkan sejumlah hits di antaranya berjudul "Kirana" dan "Kamulah Satu-Satunya". Kedua lagu ini berhasil memenangkan penghargaan Video Musik Indonesia sebagai "Video Klip Favorit". Pandawa Lima telah sukses terjual lebih dari 800 ribu keping dan mendapat sertifikat 5x Platinum.

Ketergantungan Narkoba dan Perpecahan (1998-1999)
Pada tanggal 4 Juni 1998, Wong Aksan resmi dikeluarkan dari Dewa 19 akibat permainannya yang terlalu kental dengan corak jazz. Ia digantikan oleh Bimo Sulaksono (mantan anggota Netral). Tak lama kemudian Bimo keluar dari grup ini dan bergabung dengan Bebi untuk membentuk grup Romeo.

Dewa 19 juga menghadapi masalah akibat dua personelnya, Ari Lasso dan Erwin Prasetya mengalami ketergantungan berat narkoba. Selain menghancurkan kehidupan pribadi mereka, narkoba juga melumpuhkan seluruh aktivitas Dewa 19. Berbagai tawaran manggung terpaksa ditolak dan dibatalkan karena sering pada saat manggung, Ari tampil dengan kondisi yang memprihatinkan. Album ke-5 Dewa 19 tidak pernah selesai digarap akibat jadwal rekaman yang sering ditunda. Perlahan mulai timbul konflik di tubuh Dewa 19.

Ari dan Erwin sempat diberi waktu istirahat beberapa bulan dan Dewa 19 divakumkan untuk sementara waktu. Erwin kemudian memutuskan untuk masuk rehabilitasi dan pesantren untuk menghilangkan kebiasaan buruknya itu. Setelah melewati waktu yang cukup lama Erwin berhasil sembuh. Sementara Ari Lasso sama sekali tak ada tanda-tanda membaik, bahkan semakin memburuk. Melihat kondisi Ari Lasso semakin mengkhawatirkan, dengan terpaksa ia dikeluarkan dari posisi vokalis Dewa 19.

Pada tahun 1999, Dewa merilis album The Best of Dewa 19, yang berisi karya-karya terbaiknya semasa Ari Lasso menjadi vokalis. Album ini memuat dua lagu baru yaitu "Elang" dan "Persembahan dari Surga". Album ini kembali meraih sukses meski tanpa sepotong promosi apapun. Setelah perilisan album ini, Dewa 19 resmi hanya tinggal 2 orang personel saja.

Once Mekel yang berkenalan dengan Dhani pada tahun 1997, direkrut menjadi vokalis baru Dewa 19 menggantikan Ari Lasso. Sebelumnya, Once bersama Dhani dan Andra sempat menggarap rekaman untuk film Kuldesak. Once kemudian juga mengajak temannya, Tyo Nugros bergabung dengan Dewa 19 untuk mengisi posisi drummer yang kosong.

Puncak Kesuksesan (2000-2002)
Setelah sekian lama vakum dari blantika musik Indonesia, akhirnya pada tanggal 30 April 2000, Dewa tampil secara perdana dengan formasi baru: Ahmad Dhani (keyboard), Andra Junaidi (gitar), Once Mekel (vokalis) dan Tyo Nugros (drumer). Kali ini Dewa 19 hadir dengan nama "Dewa" saja, tanpa embel-embel "19".

Pada tahun 2000, Dewa merilis album kelimanya bertajuk Bintang Lima. Awalnya banyak yang pesimis dengan formasi Dewa saat itu. Namun ternyata, album ini justru meledak di pasaran, bahkan menjadi album tersukses sepanjang karier Dewa. Dari 11 materi lagu di album tersebut, 6 di antaranya manjadi lagu favorit anak-anak muda di seantero tanah air. "Roman Picisan", "Dua Sejoli", "Risalah hati", "Separuh Nafas", "Cemburu" dan "Lagu Cinta" adalah lagu-lagu yang banyak direquest di radio-radio terkemuka di Indonesia. Dewa mengadakan tur di 36 kota untuk mempromosikan album ini sekaligus memperkenalkan formasi baru mereka. Melalui album ini, Dewa menyabet tiga penghargaan AMI Awards 2000, yaitu "Penyanyi/Group Terbaik", "Lagu Terbaik" ("Roman Picisan") dan "Album Terbaik". Bintang Lima sukses terjual lebih dari 1,7 juta keping dan merupakan salah satu album terlaris di Indonesia. Total penjualan album ini (asli dan bajakan) diperkirakan mencapai 9 juta keping. Majalah Rolling Stone menempatkan album ini di posisi 96 dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik".

Erwin Prasetya yang telah sembuh total dari narkoba kembali bergabung dengan Dewa. Album keenam Cintailah Cinta dirilis pada tanggal 5 April 2002. Album ini awalnya akan diberi judul Indera Ke-Enam, namun hanya karena pertimbangan pasar, pihak label menggantinya menjadi Cintailah Cinta. Album ini pun kembali mendulang sukses album Bintang Lima. Sebelum resmi dirilis di pasaran album ini bahkan telah laris sebanyak 200.000 keping. Total penjualan album ini telah mencapai lebih 1,04 juta keping. Pada ajang AMI Awards 2002, Dewa berhasil membawa tiga penghargaan untuk kategori "Duo/Grup Pop Terbaik", "Lagu Terbaik" ("Arjuna") serta "Sampul Album Terbaik.

Di tengah kesuksesan yang diraihnya, Dewa tersandung masalah pelanggaran hak cipta. Lagu berjudul "Arjuna Mencari Cinta" digugat oleh Yudhistira ANM Massardi, selaku penulis novel dengan judul yang sama. Dewa dianggap menciplak judul novel "Arjuna Mencari Cinta" tanpa konfirmasi dengan si penulis. Meskipun awalnya sempat bersikukuh tidak bersalah, Dewa akhirnya bersedia berdamai dengan mengganti judul lagunya menjadi "Arjuna".

Pada tahun yang sama, Dewa merekam lagu berjudul "Juara Sejati" untuk menjadi theme song resmi Piala Dunia 2002 di Indonesia, yang disiarkan oleh RCTI. Meskipun awalnya bukan untuk tujuan komersil, lagu ini kemudian dirilis dalam kompilasi bertajuk NU Rock.

Pada tanggal 1 Juli 2002, Erwin Prasetya kembali dikeluarkan dari Dewa oleh pihak manajemen untuk selama-lamanya. Ia kemudian digantikan oleh Yuke Sampurna, yang merupakan mantan basist The Groove.

Laskar Cinta, Republik Cinta, dan Upaya Go International (2003-2006)
Dewa menggelar tur bertajuk "Atas Nama Cinta" di 25 kota di Indonesia, yang dibuka dengan konser di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, 18 Februari 2003. Dalam tur ini, Dewa juga mengikutsertakan Ari Lasso, mantan vokalis Dewa. Pada awal tahun 2004, Dewa merilis album live dobel Atas Nama Cinta yang merupakan rekaman konser saat tur Atas Nama Cinta, menampilkan lagu-lagu hits Dewa sejak tahun 1992 dalam versi konser. Dewa juga merilis ulang The Best Of Dewa 19 dalam bentuk DVD berisi Kelahiran & Perjalanan Dewa 19 serta 10 video klip, ditambah 1 CD audio dan 1 buku sejarah dan perjalanan Dewa 19. Sejak dirilis pada tahun 1999, album The Best of Dewa 19 sendiri telah terjual hampir 1 juta keping.

Pada tahun 2004, Dewa kembali melakukan tur di 30 kota yang disponsori Yamaha bertajuk "Yamaha Dewa Tour 2004 - Selalu Terdepan". Selepas melakukan tur, bertempat di Avenue, Sari Pan Pacific Hotel, Dewa resmi merilis album kedelapannya yang berjudul Laskar Cinta pada tanggal 22 November 2004. Di album ini Dewa menyuguhkan musik rock yang lebih keras serta penggunaan musik sampling. Album ini melejitkan hits berjudul "Pangeran Cinta", "Satu" dan "Cinta Gila". Nama Dewa kemudian dikembalikan lagi menjadi "Dewa 19".

Masalah kembali menimpa Dewa 19, kali ini dengan Front Pembela Islam (FPI) menyangkut sampul album Laskar Cinta yang memuat logo seperti kaligrafi Allah. Perseteruan ini sempat berbuntut pada pelaporan Dewa 19 ke polisi oleh FPI. Setelah saling melempar komentar-komentar panas di media, akhirnya pada tanggal 27 April 2005, Dewa 19 dan pengacaranya Habib Umar Husein SH menggelar jumpa pers, untuk mengumumkan itikad mau mengubah logo dalam sampul album "Laskar Cinta". Perubahan logo ini dilakukan oleh Tepan Cobain dari tim kreatif Dewa dengan berkonsultasi pada ahli kaligrafi Al Qur'an, Didin Sirajuddin AR. Menyangkut perubahan logo, Dewa 19 juga mencetak ulang cover album Laskar Cinta. Dalam cetak ulang cover album itu, selain ada perubahan logo, juga ada perubahan di gambar personel Dewa yang sebelumnya terlihat memakai tato dihilangkan, sesuai saran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sepanjang tahun 2003 hingga 2005, Dewa telah beberapa kali di undang untuk mengadakan konser di kancah internasional. Pada tanggal 13-15 Agustus 2003, Dewa mengadakan 2 buah konser di Jepang, masing-masing di Tokyo dan Nagoya. Pada tahun 2004, Dewa mengadakan konser di Korea Selatan, lalu kemudian ke Amerika Serikat untuk menggelar konser di Boston, Houston, San Fransisco dan Seattle.

Pada tanggal 7 Mei 2004 Dewa juga mendapat undangan untuk mengadakan konser di Timor Leste dalam rangka Hari Kemerdekaan negara tersebut. Pada tanggal 15 Mei 2004, konser Dewa 19 digelar di Municipal Stadium, Dili dan disambut oleh 50.000 penonton. Angka tersebut merupakan jumlah penonton terbesar Dewa selama manggung di luar negeri. Keesokan harinya, saat hendak kemballi ke Indonesia, personel Dewa didatangi oleh presiden Xanana Gusmao di koridor Aeroporto Internacional Presidente Nicolau Lobato. Pada Maret 2005, Dewa menggelar konser di kota Sydney dan Melbourne, Australia. Dewa 19 juga mengadakan konser di Singapura seusai menerima penghargaan khas dari Anugerah Planet Muzik 2005 sebagai "The Most Genius Band".

Dewa mulai serius menjajaki pasar internasional dengan ditanda tanganinya kontrak untuk 3 album dengan EMI Music International Hong Kong yang berlaku per 1 Januari 2006. Dewa 19 kemudian mengeluarkan album bertajuk Republik Cinta pada awal tahun 2006 dalam 2 versi, yakni untuk pasar Indonesia dan pasar internasional. Sebelum merilis album ini, pada tanggal 12 Desember 2005, Dewa dan EMI telah melempar singel berjudul "Laskar Cinta" di 150 radio di Indonesia. "Laskar Cinta" sendiri mengangkat isu terorisme dan kekerasan. Terinspirasi oleh perseteruan Dewa dengan FPI beberapa waktu sebelumnya. Tulisan KH Abdurrahman Wahid di The New York Times, koran terkemuka di Amerika Serikat, telah mengantarkan nama Dewa 19 ke negara tersebut. Dewa mendapatkan penghargaan LibForAll Award di Amerika Serikat atas lagu "Warriors of Love" (versi bahasa Inggris "Laskar Cinta") yang dinilai menyerukan perdamaian dan toleransi beragama. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh CEO LibForAll Foundation, Holland Taylor, di New York, Amerika Serikat.

Dewa 19 menghabiskan biaya lebih dari setengah miliar untuk menggarap 11 video klip di album ini. Dewa 19 kemudian merilis VCD dan DVD Karaoke dari album Republik Cinta. Dewa juga membuat video klip "I Want to Break Free" untuk keperluan internasional. Video dari lagu milik band legendaris Queen ini juga diputar oleh jaringan Hard Rock Cafe di seluruh dunia, guna memperlebar kesempatan Dewa dikenal secara internasional.

Meskipun upaya menuju karier internasional mereka gagal, album Republik Cinta berhasil membuahkan penghargaan di AMI Awards 2006. Dewa 19 berhasil meraih penghargaan "Grup Rock Terbaik" dan "Album Terbaik". Tidak hanya itu, vokalis Dewa, Once juga meraih penghargaan sebagai "Penyanyi Solo Pria Terbaik" melalui proyek solonya. Album Republik Cinta sendiri terjual sebanyak 450 ribu keping selama 3,5 minggu. Pada bulan Maret 2006, album ini juga meraih sertifikat platinum di Malaysia. Pada tahun ini, Dewa juga dinobatkan sebagai "Duta Surabaya" atas kesuksesan dan prestasi mereka sebagai grup musik yang berasal dari Surabaya.

Kerajaan Cinta dan Pembubaran (2007-2011) 
Pada tahun 2007, Dewa merilis album kompilasi berjudul Kerajaan Cinta, yang kemudian menjadi album terakhir dalam karier grup ini. Album ini memuat dua buah lagu baru yaitu "Dewi" dan "Mati Aku Mati", sementara selebihnya merupakan lagu-lagu di album Republik Cinta dan lagu-lagu lama Dewa yang diremix atau direkam ulang. Lagu "Mati Aku Mati" diangkat untuk menjadi soundtrack film arahan Hanung Bramantyo, Kamulah Satu-Satunya, yang dibintangi oleh Nirina Zubir. Filmnya sendiri bercerita tentang pengorbanan dan kenekatan seorang penggemar fanatik Dewa 19.

Pada tahun ini, Dewa 19 kembali harus kehilangan salah seorang personelnya, Tyo Nugros. Tyo keluar setelah sebelumnya ia sempat vakum dari kegiatan Dewa akibat menderita sakit pada kakinya yang mengharuskannya tidak bisa main drum untuk jangka waktu lama. Posisi drummer kemudian diberikan kepada Agung Yudha.

Dewa 19 menggelar konser besar-besaran di lima kota di Malaysia, yaitu: Kota Kinabalu, Kuching, Johor Bahru, Penang dan Kuala Lumpur selama bulan Desember 2007. Dewa kemudian melakukan konser di Stadion Negara, Kuala Lumpur. Dewa 19 mencetak sejarah musik di Malaysia dimana sebuah grup musik melakukan konser di lima kota besar di Malaysia dalam sebulan. Pada konser ini Dewa 19 menggandeng sejumlah penyanyi papan atas Malaysia di antaranya Ella dan Sheila Majid. Dewa juga membuatkan lagu khusus penggemarnya di Malaysia berjudul "Cintaku Tertinggal di Malaysia". Selain itu, Dewa 19 terpilih menjadi ikon dari Celcom Bhd, salah satu perusahaan telekomunikasi raksasa Malaysia.

Setelah menggelar tur di Malaysia, Dewa 19 mulai vakum akibat kesibukan masing-masing personel dengan proyek sampingannya mereka masing-masing. Andra Junaidi membentuk grup band Andra & The Backbone pada tahun 2006, bersama Stevie Item dan Dedy Lisan. Album pertama grup ini dirilis pada tahun 2007, dengan melejitkan sejumlah hit seperti "Musnah" dan "Sempurna". Pada tahun 2007, Ahmad Dhani mulai mengembangkan manajemen Dewa 19 menjadi Republik Cinta Management yang berhasil meluncurkan karier sejumlah penyanyi terkenal seperti Dewi Dewi, Mulan Jameela, dan The Virgin. Dhani kemudian juga membentuk grup musik The Rock dan menjadi vokalisnya. Vokalis Dewa 19, Once Mekel, juga mengembangkan kariernya sebagai penyanyi solo dengan merekam singel "Ku Cinta Kau Apa Adanya" pada tahun 2007. Pada tahun 2009, Yuke Sampurna menyusul rekan-rekannya dengan membentuk grup band Number One dan The Chemistry.

Akibat kesibukan mereka masing-masing pengerjaan album kesepuluh Dewa tidak kunjung selesai. Dewa 19 sempat kembali ke panggung musik dengan hanya merilis singel, yaitu "Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia" (2008) dan "Bukan Cinta Manusia Biasa" (2009). Kedua lagu tersebut dimuat dalam album kompilasi artis-artis Republik Cinta Management. Menurut pengamat musik Bens Leo, kesibukan Ahmad Dhani yang merupakan otak Dewa 19 menyebabkan grup ini berada dalam keadaan kurang sehat. Ia mengatakan: "Dhani bisa membentuk RCM hingga artis-artisnya dikenal, tapi Dewa 19 justru tidak terurus... Kalau Dhani tidak mempertahankan band utamanya, jelas banyak fans yang akan kecewa. Begitu pula dengan penikmat musik di tanah air yang sudah akrab dengan musik-musik khas Dewa 19."

Pada awal tahun 2011, Once akhirnya menyatakan keluar dari posisinya sebagai vokalis Dewa 19 untuk fokus dalam kariernya sebagai penyanyi solo. Pengunduran diri Once tersebut menjadi penyebab utama bubarnya Dewa 19. Ahmad Dhani kemudian kembali mengadakan pembicaraan dengan Once, yang mana akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi band nostalgia. Dhani menyatakan: "Saya memutuskan band Dewa itu adalah band nostalgia. Jadi kalau main itu dalam konteks reuni. Kalau pun membuat album lagi adalah dalam bentuk Dewa 19 band nostalgia." Dewa 19 resmi dinyatakan bubar setelah berdiri selama 25 tahun.


PENGHARGAAN
Sepanjang perjalanan kariernya, Dewa 19 telah menerima banyak penghargaan. grup ini telah tercatat beberapa kali memperoleh penghargaan BASF Awards maupun AMI Awards. Dewa 19 juga menerima sejumlah penghargaan dari luar negeri, diantaranya 2 kali memenangkan Anugerah Planet Muzik, LibForAll Award dari LibForAll Foundation, Amerika Serikat serta penghargaan Moonman Award dari MTV Southeast Asia Viewer's Choice. Pada tahun 2008, majalah Rolling Stone memasukan Dewa 19 ke dalam "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa". Ahmad Dhani juga menjadi salah satu artis dalam daftar tersebut. Sementara itu, Andra Ramadhan berada dalam daftar "50 Gitaris Indonesia Terbaik Sepanjang Masa" dan Once Mekel menjadi salah satu "50 Penyanyi Indonesia Terbaik Sepanjang Masa"

Album Studio
AlbumKompilasi
 Album Live
 Sumber : http://id.wikipedia.org

Jumat, 25 Oktober 2013

Judika

Judika Nalon Abadi Sihotang lahir di Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara, 31 Agustus 1978. Ia adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia yang meraih runner-up Indonesian Idol 2. Ia adalah anak ke-6 dari 7 bersaudara yang menghabiskan masa kecilnya dengan berbagai macam kegiatan. Bakat bernyanyinya sudah tampak semenjak Judika masih duduk di bangku Sekolah Dasar Inpres di Brastagi. Bahkan ia sempat membuat grup vokal bersama Roy (adik), Juneidi (sahabat) dan Jonathan (sahabat) dan juga dikontrak di sebuah hotel internasional berbintang 5 di Brastagi. Judika kecil tidak puas berbangga hati ketika banyak yang bilang ia punya potensi menjadi bintang. Lantas ia menjajal kemampuannya lewat Bahana Suara Pelajar dan keluar sebagai juara pertama untuk tingkat Sumatera Utara dan cukup puas di posisi ketiga untuk tingkat Nasional. Selain bersolo karier, saat ini Judika juga menjajal sebagai anak band dengan menjadi vokalis Mahadewa sebuah band yang digawangi Ahmad Dhani.

Tak hanya berprofesi sebagai penyanyi, Judika juga mulai merambah dunia akting. Ia bermain di film "Si Jago Merah" pada 2008, dan pada 2009 bermain di film "The Tarix Jabrix 2". Bersama kekasihnya, Duma Riris Silalahi ia juga bermain di film "Impal (pariban)".
Di ajang Indonesian Movie Awards 2009, Judika mendapatkan penghargaan dalam kategori Pemeran Pendatang Baru Pria Terbaik lewat film "Si Jago Merah".

PERJALANAN KARIR
Judika memulai semuanya dari nol hingga berhasil seperti saat ini. Kesuksesannya berhasil mengantarkan Judika meraih apa yang sebelumnya tak bisa ia raih.

Namun siapa sangka di balik cerita kesuksesan itu dia harus merasakan kerasnya kehidupan jalanan. Seakan sudah menjadi tradisi bagi orang Batak untuk merantau mencari penghidupan. Judika pun rela menjadi tukang tambal ban hingga menjadi kenek, yang penting mendapatkan pekerjaan halal.

Pekerjaan kasar ini sudah ia lakukan sedari kecil seperti menyemir sepatu dan lainnya sehingga ia tidak kaget. Sifat ini membuat dia menjadi pribadi yang mandiri.


Pertama kali datang ke Jakarta, Judika menuturkan jika dia tak kenal siapa-siapa. Namun karena keuletannya dan dia pintar bergaul membuat dia akrab dengan semua orang.
Keinginannya untuk menjadi penyanyi seakan tak pernah hilang. Dia terus mengikuti lomba menyanyi untuk mewujudkan cita-citanya. Ditipu diberbagai lomba juga sering dialaminya, namun tak membuat putus asa Judika.

Sembari mengikuti kontes-kontes menyanyi, Judika juga sering tampil mengisi acara di cafe atau bar secara rutin setiap Sabtu dan Minggu. Namun karena kesibukannya alhasil kuliahnya pun ditinggalkan. Judika sendiri merasa dia telah menyakiti hati orang tuanya.

Kepalang basah, Judika tetap kukuh untuk mewujudkan impiannya. Dan akhirnya dia menemukan Indonesia Idol sebuah kontes yang menurutnya bisa mengantarkan mimpinya menjadi seorang penyanyi profesional.
Meski menjadi runner up, Judika mengaku telah berhasil. Dia bisa membuktikan kepada orang tuanya. Bagi penyanyi kelahiran 31 Agustus 1978 silam ini, perjalanan karirnya sampai saat ini dirasa belum berakhir, dia masih belum puas atas apa yang ia raih.

Judika tidak hanya bagus suaranya saja tapi juga pandai berakting dan aktingnya bukan sekedar numpang lewat saja. Dia mendapat pengahargaan sebagai kategori pendatang baru pria terbaik dalam film " Si Jago Merah" pada Indonesia Movie Awards 2009. Film Si Jago Merah merupakan film komedi yang menceritakan tentang para petugas pemadam kebakaran dengan segala konfliknya. film ini juga dibintangi Ringo Agus Rahman, Desta Club 80's, Poppy Sovia, Joe P Project, dan Indra Birowo.

Sejak akhir tahun 2010, ia terlihat merapat ke Republik Cinta Management yang diasuh Ahmad Dhani. Penyanyi Judika kini resmi menjadi vokalis grup band bentukan Ahmad Dhani, Mahadewa, kini dia lebih berkonsentrasi lantaran ini pertama kalinya Judika menjadi seorang vokalis band.





Salah satu faktor yang membuatnya ingin bergabung dengan Mahadewa karena sejak lama mengidolakan Dhani. Judika mengagumi kemampuan musikalitas bos Republik Cinta Manajemen (RCM) itu. Padahal sebelum memutuskan gabung dengan Mahadewa, sudah banyak tawaran dari band lain yang menghampiri. Salah satunya, Kerispatih. Namun semua ditolak Judika demi Mahadewa.



Untuk kehidupan asmara, Judika diketahui berpacaran dengan model sekaligus runner up Puteri Indonesia 2007 yang mewakili Sumatra Utara. Tahun ini, Judika berencana menikahi Duma Riris Silalahi. Namun, hubungan keduanya sempat terkendala restu dari orangtua Duma. Entah apa sebabnya, tapi hubungan Judika dan Duma memang sempat putus pada Januari tahun ini setelah pacaran selama empat tahun.
Alasannya, antara dirinya dan Duma memiliki perbedaan komitmen. Sebagai laki-laki yang bermimpi ingin menikah dengan wanita pujaan, tentu Judika tak ingin kisah cintanya kandas di tengah jalan. Tapi menjalani hubungan di atas perbedaan tak semudah yang mereka pikirkan hingga keduanya butuh waktu untuk koreksi diri.

Boleh jadi karena keduanya sempat putus, orangtua Duma Riris sempat tak mau menerima Judika. Namun Judika tak mau menyerah, dia memanfaatkan momen saat adik Duma sakit di Semarang, Jawa Tengah. Judika menjenguk calon adik iparnya yang dirawat di rumah sakit sekaligus bertemu dengan ibunda Duma Riris. Kejadian ini sudah berlangsung tiga bulan silam.



Beruntung, saat bertemu Judika, ibunda Duma tidak marah dan mengusirnya. Namun Judika langsung ditinggal di dalam ruangan. Meski demikian, Judika tetap bersyukur karena itulah momen yang dia nantikan selama ini yakni bertemu calon mertuanya.

Pada hari Sabtu 31 Agustus acara pernikahan Judika Sihotang dengan Duma Riris Silalahi berlangsung di Gereja HKBP Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Usai pemberkatan di gereja, diteruskan dengan acara adat Batak.

DISKOGRAFI



Seri Cinta (2005)
One (2007)

FILMOGRAFI

  • Si Jago Merah (2008)
  • The Tarix Jabrix 2 (2009)
  • Crazy Love (2013)
Sumber :
http://www.ceritamu.com/info
http://id.wikipedia.org
http://mahardikanews.com
Untuk kehidupan asmara, Judika diketahui berpacaran dengan model sekaligus runner up Puteri Indonesia 2007 yang mewakili Sumatra Utara. Tahun ini, Judika berencana menikahi Duma Riris Silalahi. Namun, hubungan keduanya sempat terkendala restu dari orangtua Duma. Entah apa sebabnya, tapi hubungan Judika dan Duma memang sempat putus pada Januari tahun ini setelah pacaran selama empat tahun.

Alasannya, antara dirinya dan Duma memiliki perbedaan komitmen. Sebagai laki-laki yang bermimpi ingin menikah dengan wanita pujaan, tentu Judika tak ingin kisah cintanya kandas di tengah jalan. Tapi menjalani hubungan di atas perbedaan tak semudah yang mereka pikirkan hingga keduanya butuh waktu untuk koreksi diri.

Boleh jadi karena keduanya sempat putus, orangtua Duma Riris sempat tak mau menerima Judika. Namun Judika tak mau menyerah, dia memanfaatkan momen saat adik Duma sakit di Semarang, Jawa Tengah. Judika menjenguk calon adik iparnya yang dirawat di rumah sakit sekaligus bertemu dengan ibunda Duma Riris. Kejadian ini sudah berlangsung tiga bulan silam.

Beruntung, saat bertemu Judika, ibunda Duma tidak marah dan mengusirnya. Namun Judika langsung ditinggal di dalam ruangan. Meski demikian, Judika tetap bersyukur karena itulah momen yang dia nantikan selama ini yakni bertemu calon mertuanya. Hingga kini, Judika masih terus berjuang demi mendapat restu dan izin dari calon mertuanya untuk menikahi Duma Riris. (cumicumi@Jak) - See more at: http://www.cumicumi.com/celebrities/judika/profile.html#sthash.fs0ZtIyO.d